Antusias dan Interaktif ! Anak Muda Blahbatuh Bedah Demokrasi Bersama Bawaslu
|
Gianyar - Suara generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Kesadaran politik dan partisipasi generasi muda dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, saat melaksanakan kegiatan sosialisasi kepemiluan kepada generasi muda di Banjar Buruan, Kecamatan Blahbatuh, pada Kamis (12/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Hartawan menegaskan bahwa generasi muda bukan hanya sekadar pemilih dalam pemilu, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai penjaga demokrasi.
“Generasi muda adalah penentu masa depan bangsa. Partisipasi aktif anak-anak muda dalam pemilu akan menentukan arah pembangunan dan kualitas demokrasi kita ke depan. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami proses demokrasi dan menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini turut didampingi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, yang memberikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu Kabupaten Gianyar dalam menyasar generasi muda sebagai sasaran utama edukasi kepemiluan.
Menurutnya, generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga integritas pemilu.
“Sosialisasi kepada generasi muda merupakan langkah yang sangat strategis. Anak-anak muda memiliki energi, idealisme, dan kepedulian yang tinggi terhadap masa depan bangsa. Jika mereka memahami demokrasi dengan baik, maka kualitas pemilu ke depan juga akan semakin baik,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar Ni Luh Putu Reika Chrisyanti memberikan pemaparan mengenai syarat-syarat menjadi seorang pemilih dalam pemilu.
Ia menjelaskan bahwa setiap warga negara yang telah memenuhi syarat memiliki hak konstitusional untuk memilih dan turut menentukan arah kepemimpinan bangsa.
“Menjadi pemilih bukan hanya sekadar datang ke TPS, tetapi juga memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara. Generasi muda perlu memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih dan menggunakan hak pilih dengan penuh kesadaran,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar I Wayan Gede Sutirta mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif.
Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tugas penyelenggara, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi generasi muda untuk menjadi pengawas partisipatif. Ketika masyarakat ikut mengawasi, maka potensi pelanggaran dapat dicegah sejak awal, sehingga pemilu dapat berjalan jujur dan adil,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Hal tersebut terlihat dari antusiasme para peserta yang aktif menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari kelembagaan Bawaslu hingga tahapan-tahapan dalam penyelenggaraan pemilu.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk memahami lebih jauh mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu.
Di akhir kegiatan, Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar I Wayan Hartawan juga menyampaikan pesan penting kepada generasi muda agar menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Ia menekankan bahwa narkoba tidak hanya merusak masa depan individu, tetapi juga dapat menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa dan kualitas demokrasi.
“Narkoba akan merusak generasi muda kita. Jika generasi mudanya rusak, maka bangsa ini juga akan ikut rusak. Karena itu, saya mengajak seluruh anak muda untuk menjauhi narkoba dan mengisi masa muda dengan kegiatan positif, termasuk ikut menjaga demokrasi,” pungkasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bawaslu Kabupaten Gianyar berharap generasi muda semakin memahami pentingnya peran mereka dalam demokrasi serta dapat menjadi bagian dari gerakan pengawasan partisipatif untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas.