Lompat ke isi utama

Berita

Bangun Kepercayaan Publik, Bawaslu Bali Tingkatkan Peran Humas di Gianyar

Bangun Kepercayaan Publik, Bawaslu Bali Tingkatkan Peran Humas di Gianyar

GIANYAR – Dalam era digital yang dipenuhi arus informasi, peran hubungan masyarakat (humas) tak lagi sekadar mengelola citra, tetapi telah menjadi fondasi utama yang merepresentasikan integritas sebuah lembaga. Menyadari pentingnya hal tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali melaksanakan supervisi dan monitoring kehumasan di Bawaslu Kabupaten Gianyar, Kamis (18/9/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Bali, Ketut Ariyani. Dalam sambutannya, Ariyani menekankan bahwa humas kini adalah "wajah lembaga" itu sendiri, yang merepresentasikan nilai, visi, dan misi kepada publik.

"Humas bukan hanya corong informasi, melainkan arsitek kepercayaan," tegas Ariyani. "Dengan arus informasi yang begitu cepat, humas bertanggung jawab untuk memastikan setiap komunikasi yang keluar dari lembaga adalah akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini kunci untuk membangun dan memelihara hubungan baik dengan masyarakat, media, dan seluruh mitra kerja."

Ariyani juga berpesan agar Bawaslu Kabupaten Gianyar selalu menjaga eksistensi lembaga melalui publikasi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. Ia menambahkan, di era di mana informasi beredar sangat cepat, publikasi yang konsisten dan terpercaya sangat penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai kerja-kerja pengawasan pemilu.

Supervisi dan monitoring ini bertujuan untuk menguatkan strategi komunikasi Bawaslu Gianyar dalam menghadapi dinamika informasi yang terus berkembang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi untuk meningkatkan kapabilitas tim humas dalam mengelola isu, membangun narasi positif, dan memperkuat citra lembaga di mata publik.

Dengan penguatan peran humas ini, Bawaslu Provinsi Bali berharap kepercayaan publik terhadap Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu semakin meningkat, dan masyarakat semakin memahami pentingnya peran pengawasan untuk mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.