Bawaslu Gianyar Hadiri Peresmian Teba Modern Bawaslu Bali, Wujud Sinergi antara Nilai Kearifan Lokal dan Pengawasan Pemilu
|
Gianyar, 6 Oktober 2025 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gianyar bersama seluruh jajaran menghadiri kegiatan Peresmian Teba Modern Bawaslu Provinsi Bali, yang berlangsung pada Senin, 6 Oktober 2025. Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam sistem pengawasan pemilu yang modern dan berkelanjutan.
Kegiatan peresmian yang dilaksanakan di lingkungan kantor Bawaslu Provinsi Bali ini secara resmi dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Teba Modern bukan hanya sekadar simbolisasi pelestarian budaya, namun juga sebagai ruang sinergi antara masyarakat dan lembaga pengawas pemilu.
"Teba Modern adalah wujud komitmen kami untuk menjadikan lembaga pengawas pemilu yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, namun juga membumi dan menyatu dengan nilai-nilai lokal masyarakat Bali," ujar I Putu Agus Tirta Suguna dalam sambutannya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh para pimpinan dan anggota Bawaslu sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan serta keberlanjutan nilai-nilai lokal yang ramah lingkungan.
Setelah itu, seluruh peserta kegiatan melaksanakan sembahyang bersama di areal pura yang berada di lingkungan kantor Bawaslu Provinsi Bali. Kegiatan spiritual ini dilakukan untuk memohon restu dan kelancaran dalam setiap tugas pengawasan pemilu serta menjaga harmonisasi dalam pelaksanaan demokrasi yang beretika.
Acara ditutup dengan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarjajaran Bawaslu kabupaten/kota se-Bali serta memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pengawasan pemilu ke depan.
Dengan diresmikannya Teba Modern ini, Bawaslu Bali menunjukkan komitmennya dalam menjadikan lembaga pengawasan pemilu yang tak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, namun juga menjunjung tinggi kearifan lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa.