Bawaslu Gianyar Paparkan Hasil Kerja Yang Telah Dilaksanakan Selama Uji Petik
|
Dalam rangka memastikan pemilu yang berkualitas dan demokratis, Bawaslu Provinsi Bali menggelar Rapat Persiapan Pengawasan Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tingkat Kabupaten/Kota, Selasa (30/9/2025). Kegiatan yang berlangsung secara intensif ini melibatkan jajaran Bawaslu dari seluruh kabupaten/kota se-Bali.
Rapat ini menjadi langkah strategis Bawaslu dalam mengawal akurasi dan akuntabilitas data pemilih. Dalam rapat ini dibahas berbagai strategi pengawasan yang efektif, termasuk pemetaan potensi kerawanan serta evaluasi atas pengawasan yang telah dilakukan pada triwulan sebelumnya.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, menegaskan pentingnya pengawasan aktif dan partisipatif dalam setiap proses pemutakhiran data pemilih.
"Data pemilih adalah jantung dari proses demokrasi. Pengawasan yang cermat dan melibatkan berbagai pihak akan meminimalisir potensi masalah seperti pemilih ganda, pemilih yang tidak memenuhi syarat, atau bahkan pemilih yang belum terdaftar," tegas Ariyani.
Menurutnya, dengan semakin dinamisnya mobilitas penduduk dan perkembangan teknologi informasi, pengawasan terhadap data pemilih harus adaptif dan responsif terhadap berbagai kemungkinan penyimpangan.
Dalam kesempatan yang sama, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, turut membagikan pengalaman serta hasil selama pelaksanaan kegiatan Uji Petik yang menjadi bagian dari pengawasan PDPB. Ia mengungkapkan bahwa uji petik ini menjadi instrumen penting untuk memastikan keakuratan data pemilih langsung di lapangan.
"Kami temukan sejumlah kasus di mana data pemilih perlu diperbarui, baik karena perpindahan domisili, meninggal dunia, maupun perubahan status hukum. Dengan uji petik ini, kami bisa langsung melakukan klarifikasi dan merekomendasikan perbaikan kepada pihak KPU," ujarnya.
Rapat juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pengawas pemilu, penyelenggara, dan para pemangku kepentingan lainnya, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat sipil. Kolaborasi ini dianggap krusial untuk memperkuat integritas data pemilih dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pemilu.
Dengan pelaksanaan rapat ini, Bawaslu Bali menunjukkan komitmen dalam menjaga setiap tahapan pemilu berjalan secara transparan, akuntabel, dan partisipatif. Harapannya, hasil pengawasan yang maksimal akan memberikan kontribusi signifikan terhadap penyelenggaraan pemilu yang lebih demokratis dan inklusif di masa mendatang.