Bawaslu Gianyar Perkuat Sinergi Demokrasi melalui Audiensi dengan Bank BPD Bali.
|
Gianyar - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gianyar melakukan audiensi sekaligus konsolidasi kelembagaan dengan Bank BPD Bali Cabang Gianyar pada Rabu, 4 Februari 2026. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Bank BPD Bali Cabang Gianyar dan diterima langsung oleh Kepala Cabang, Ketut Andayana Kusuma Yasa, bersama jajaran manajemen.
Audiensi ini menjadi ruang dialog penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan perbankan daerah, khususnya dalam mendorong partisipasi publik yang sehat, netralitas aparatur, serta pendidikan demokrasi di tingkat akar rumput.
Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, membuka pertemuan dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank BPD Bali dalam penyelenggaraan Pilkada sebelumnya. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan, menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan komitmen Bank BPD Bali dalam mendukung iklim demokrasi yang kondusif di Kabupaten Gianyar. Pemilu yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat dan institusi,” ujar Hartawan.
Ia menekankan bahwa ke depan, Bawaslu Gianyar berharap dapat lebih sering dilibatkan dalam program-program Bank BPD Bali sebagai narasumber maupun mitra strategis dalam edukasi publik.
“Kami berharap ke depan Bawaslu dapat hadir dalam berbagai kegiatan Bank BPD Bali, bukan hanya sebagai mitra formal, tetapi sebagai mitra strategis dalam pendidikan demokrasi, literasi kepemiluan, dan pengawasan partisipatif,” tambahnya.
Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Gede Sutirta, menyoroti isu netralitas pegawai BUMD termasuk BPD Bali dalam politik praktis. Ia mengingatkan bahwa sebagai lembaga publik yang melayani masyarakat luas, Bank BPD Bali memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan publik melalui sikap netral.
Sutirta juga mengingatkan pegawai untuk memastikan tidak tercatut sebagai anggota partai politik dengan melakukan pengecekan melalui aplikasi SIPOL (Sistem Informasi Partai Politik) milik KPU.
“Netralitas adalah kunci integritas. Kami mengimbau seluruh pegawai Bank BPD Bali untuk memastikan namanya tidak tercatut dalam kepengurusan atau keanggotaan partai politik. Pengecekan bisa dilakukan secara mandiri melalui SIPOL sebagai langkah preventif,” tegas Sutirta.
Menanggapi pemaparan Bawaslu, Kepala Cabang Bank BPD Bali Gianyar, Ketut Andayana Kusuma Yasa, menyambut positif inisiatif koordinasi ini. Ia menilai kerja sama dengan Bawaslu sangat relevan dengan komitmen Bank BPD Bali dalam membangun masyarakat yang cerdas, partisipatif, dan demokratis.
Ia menjelaskan bahwa Bank BPD Bali memiliki program unggulan “Goes to Banjar” serta “Goes to School”, yaitu program turun langsung ke masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan, pelayanan perbankan, serta pemberdayaan komunitas lokal.
Dalam program tersebut, Bank BPD Bali berencana melibatkan Bawaslu Gianyar sebagai narasumber dalam sesi pendidikan demokrasi dan pengawasan pemilu.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bawaslu Gianyar. Dalam program ‘Goes to Banjar’, kami akan mengundang Bawaslu sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pengawasan pemilu, partisipasi politik yang sehat, serta bagaimana mencegah praktik politik uang dan disinformasi,” ungkap Andayana.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk nyata kontribusi Bank BPD Bali dalam menjaga kualitas demokrasi di Bali.
“Bank BPD Bali tidak hanya berperan dalam ekonomi, tetapi juga dalam pembangunan sosial dan demokrasi. Kami ingin masyarakat tidak hanya melek finansial, tetapi juga melek politik dan demokrasi,” tutupnya.
Audiensi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Bawaslu Kabupaten Gianyar dan Bank BPD Bali Cabang Gianyar, sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.