Bawaslu Gianyar Tebar Kepedulian, Sentuh Hati Anak-anak di Bali Baby Home.
|
Gianyar - Aksi kepedulian tak selalu diukur dari seberapa besar yang diberikan, melainkan dari ketulusan yang menyertainya. Semangat inilah yang tergambar dalam kegiatan Bawaslu Peduli dan Berbagi yang dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten Gianyar di Bali Baby Home (Yayasan Rumah Bayi Bali Indonesia), Rabu (1/4/2026).
Di tengah suasana hangat dan penuh haru, Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, menyampaikan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar menjalankan program kelembagaan, tetapi sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial.
“Mungkin ini hanya sedikit dari kami, namun kami berharap hal ini dapat bermanfaat bagi seluruh anak-anak yang ada di sini. Kami ingin hadir, tidak hanya sebagai penyelenggara pemilu, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan saling menguatkan,” ungkap Hartawan dengan penuh empati.
Kehadiran jajaran Bawaslu Gianyar disambut hangat oleh Founder Yayasan, Burhan Sugiarto. Ia mengapresiasi langkah Bawaslu yang dinilai membawa energi positif dan perhatian nyata bagi anak-anak yang membutuhkan kasih sayang.
“Kunjungan seperti ini sangat berarti bagi kami. Bukan hanya bantuan yang diberikan, tetapi juga perhatian dan kepedulian yang mampu memberikan semangat baru bagi anak-anak di sini,” ujarnya.
Hartawan menegaskan, Bawaslu tidak hanya berperan sebagai lembaga pengawas pemilu yang menjaga demokrasi tetap berjalan jujur dan adil, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat.
“Bawaslu adalah bagian dari masyarakat. Kami ingin berbagi atas berkah yang kami terima. Karena sejatinya, demokrasi yang sehat juga lahir dari masyarakat yang saling peduli dan memiliki rasa kemanusiaan yang kuat,” tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum berbagi, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai empati, solidaritas, dan kemanusiaan. Di tengah dinamika tugas pengawasan pemilu yang kompleks, Bawaslu Gianyar menunjukkan bahwa kepedulian sosial tetap menjadi bagian penting dari pengabdian mereka.
Lebih dari sekadar bantuan, kegiatan ini meninggalkan pesan kuat: bahwa kehadiran, perhatian, dan ketulusan adalah bentuk kepedulian yang tak ternilai—dan dari hal-hal sederhana itulah, harapan dapat terus tumbuh.