Bawaslu Gianyar Tegaskan: Non Tahapan Bukan Waktu Santai, Tapi Momentum Perkuat Pengawasan
|
Gianyar - Masa non tahapan pemilu dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk memperkuat kapasitas dan kesiapan kelembagaan. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, saat memimpin rapat internal bersama seluruh jajaran pada Selasa (6/5/2026). Dalam arahannya, Hartawan menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan wawasan seluruh jajaran sebagai bekal menghadapi tahapan pemilu dan pemilihan yang akan datang.
“Di masa non tahapan inilah waktu yang tepat bagi kita untuk terus belajar, memperkuat pemahaman regulasi, serta meningkatkan kapasitas pengawasan. Apa yang kita persiapkan hari ini akan sangat menentukan kualitas pengawasan pada tahapan mendatang,” tegas Hartawan. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk memastikan setiap agenda kerja minggu ini dapat diselesaikan secara optimal, baik dari sisi administratif maupun substansi.
Lebih lanjut, Hartawan menambahkan bahwa konsistensi dalam menjaga ritme kerja menjadi kunci penting dalam membangun lembaga yang profesional dan berintegritas. “Kita tidak boleh lengah meskipun berada di luar tahapan. Justru di fase ini kita harus memastikan fondasi kerja kita semakin kuat,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Gede Sutirta, menitikberatkan pentingnya pengawasan terhadap pemutakhiran data partai politik berkelanjutan. Menurutnya, akurasi data partai politik merupakan salah satu elemen krusial dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Pemutakhiran data partai politik harus kita awasi secara cermat. Perubahan kepengurusan, alamat sekretariat, hingga keanggotaan harus dipastikan valid dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,” jelas Sutirta. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi aktif dengan stakeholder terkait guna meminimalisir potensi ketidaksesuaian data.
Di sisi lain, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, menyampaikan hasil rapat persiapan program pendidikan pengawasan partisipatif (P2P) yang telah dilaksanakan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa penguatan peran masyarakat dalam pengawasan menjadi salah satu fokus penting ke depan.
“Pengawasan partisipatif harus terus kita dorong agar masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam proses demokrasi. Ini penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas pemilu,” ujarnya.
Selain itu, Reika juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. “Data pemilih adalah jantung dari pemilu yang berkualitas. Oleh karena itu, kita harus memastikan proses pemutakhiran berjalan secara akurat, transparan, dan akuntabel,” tambahnya.
Melalui rapat internal ini, diharapkan seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Gianyar semakin solid dan siap dalam menghadapi berbagai agenda ke depan, sekaligus terus berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang berintegritas dan bermartabat.