Bawaslu Kabupaten Gianyar Siap Sukseskan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring Tahun 2025
|
Gianyar, 21 Oktober 2025 – Bawaslu Kabupaten Gianyar menghadiri Rapat Persiapan Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Daring Tahun 2025 yang digelar di ruang rapat Bawaslu Provinsi Bali pada Selasa (21/10). Rapat ini menjadi langkah awal dalam memastikan seluruh persiapan kegiatan P2P berjalan optimal menjelang pelaksanaan yang akan dimulai pada 23 Oktober 2025 mendatang.
Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Ketut Ariyani menjelaskan bahwa kegiatan P2P Daring tahun ini akan digelar serentak di dua titik wilayah.
“Pelaksanaan diskusi daring akan terbagi menjadi dua titik. Titik pertama meliputi Kabupaten Bangli, Klungkung, dan Karangasem, sedangkan titik kedua mencakup Kabupaten Tabanan, Jembrana, dan Gianyar,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi I Wayan Wirka menekankan pentingnya peran pengawas partisipatif dalam mendukung fungsi Bawaslu di bidang pencegahan dan penindakan pelanggaran.
“Sebagai pengawas pemilu, core bisnis kita ada di bidang pencegahan dan pelanggaran. Materi yang akan disampaikan nantinya berfokus pada bagaimana peserta dapat berperan aktif dalam fungsi pencegahan dan penindakan, memahami kewenangan Bawaslu, serta menjadi agen edukasi di lingkungan terdekat mereka,” jelas Wirka.
Dalam kesempatan yang sama, Arif Nur Alam, Ketua Indonesia Budget Center, turut memberikan pandangan terkait peran penting fasilitator dalam kegiatan pendidikan partisipatif.
“Fasilitator bukan sekadar penyampai materi. Ia bertugas menciptakan suasana yang mendorong peserta untuk mendapatkan pengalaman baru dan menata kembali pengalaman lama dengan cara yang lebih reflektif. Sementara itu, narasumber berperan sebagai sumber pengetahuan yang memberikan informasi substantif,” jelasnya.
Melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif Daring 2025, Bawaslu berupaya memperluas jangkauan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Program ini menjadi wadah kolaboratif antara Bawaslu dan masyarakat untuk membangun kesadaran politik yang sehat, kritis, dan berintegritas menjelang pelaksanaan tahapan Pemilu mendatang.