Catatan Jurnalis Pemilu, Kolaborasi Jurnalis dengan Bawaslu.
|
Masyarakat secara umum, insan pers, hingga pemangku pembuat serta pelaksana kebijakan harus memiliki kesadaran tentang jurnalisme Pemilu. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bedah Buku Catatan Jurnalis Pemilu yang digelar Bawaslu Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (20/8/2025) yang diikuti langsung oleh Anggota serta Tim Humas Bawaslu Kabupaten Gianyar.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, saat membuka acara menegaskan bahwa pemilu bukan sekadar soal tahapan teknis, melainkan bagaimana masyarakat memahami kerja pengawasan secara utuh. Ia menekankan pentingnya hubungan yang sinergis antara KPU, Bawaslu, DKPP, dan jurnalis. Selain hal tersebut dirinya juga menyampaikan harapan agar masyarakat semakin memahami tugas-tugas Bawaslu melalui catatan yang ditulis para jurnalis Pemilu. Menurutnya, buku ini menjadi refleksi penting karena menggambarkan proses panjang penyelenggaraan Pemilu serentak 2024.
“Bawaslu membuka diri terhadap kritik dan saran sebagai bagian dari evaluasi agar pemilu ke depan semakin baik. Kami bersahabat dengan wartawan dan pemantau pemilu. Di Bawaslu disediakan ruang pertemuan untuk membahas seluruh isu kepemiluan bersama jurnalis, pemantau, maupun penyelenggara” tegasnya.
Dalam diskusi hari ini, banyak hal yang telah disampaikan oleh jurnalis yang terlibat langsung dalam Bedah Buku hari ini. Mulai dari tantangan besar di era digital, khususnya banjir informasi hoaks selama masa kampanye Pemilu 2024 hingga paparan pentingnya peran media dalam konstruksi Pileg dan Pilpres 2024.
Selain hal tersebut, pada kesempatan hari ini juga dipaparkan terkait Kolaborasi Jurnalis dengan Bawaslu yang akan terus dilaksanakan untuk terus meningkatkan mutu demokrasi itu sendiri. Kolaborasi yang telah terjamin tersebut antara lain pembuatan program kerja, mengadakan diskusi public secara berkala, hingga pelibatan jurnalis dalam penyusunan Perbawaslu Kehumasan.
Bedah buku ini menjadi ruang refleksi bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, melainkan kerja bersama antara masyarakat, media, dan lembaga pengawas. Bawaslu berharap kolaborasi tersebut dapat terus terjalin, agar demokrasi Indonesia berjalan sehat, transparan, dan berintegritas.