Lompat ke isi utama

Berita

Evaluasi PDPB di Tabanan, Bawaslu Bali Apresiasi Kinerja Kabupaten/Kota

Evaluasi PDPB di Tabanan, Bawaslu Bali Apresiasi Kinerja Kabupaten/Kota

Tabanan - Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, bersama staf sekretariat menghadiri Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Bali, Selasa (14/4/2026), bertempat di ruang rapat Bawaslu Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengukur efektivitas sekaligus memperkuat kualitas pengawasan data pemilih secara berkelanjutan.

Rapat dibuka oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali yang dinilai telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal proses pemutakhiran data pemilih.

“Kerja-kerja pengawasan PDPB yang telah dilakukan menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi. Ini menjadi fondasi penting dalam memastikan kualitas demokrasi kita tetap terjaga,” tegas Ariyani.

Selain evaluasi teknis pengawasan, rapat juga menyoroti pentingnya penguatan publikasi kelembagaan. Menurut Ariyani, transparansi dan keterbukaan informasi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap kinerja Bawaslu.

“Publikasi bukan sekadar dokumentasi, tetapi bagian dari akuntabilitas kita kepada masyarakat. Apa yang kita kerjakan harus diketahui publik agar kepercayaan itu tumbuh,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Provinsi Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, menekankan pentingnya koordinasi yang solid antar jajaran Bawaslu. Ia mengingatkan bahwa tantangan pengawasan ke depan membutuhkan kerja kolektif yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Koordinasi adalah kunci. Tanpa komunikasi yang baik antar level, tugas-tugas kelembagaan tidak akan berjalan optimal. Kita harus saling menguatkan dan bergerak dalam satu irama,” ujarnya.

Menanggapi berbagai arahan dan penguatan tersebut, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti menyampaikan apresiasi serta komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan di tingkat kabupaten.

“Kami menyambut baik penguatan yang diberikan. Ini menjadi energi baru bagi kami di daerah untuk terus memperbaiki pola kerja, baik dalam pengawasan PDPB maupun dalam penyampaian informasi kepada publik,” ungkap Reika.

Ia juga menambahkan bahwa evaluasi seperti ini sangat penting untuk menjaga konsistensi dan profesionalitas kerja lembaga.

“Melalui forum evaluasi ini, kami tidak hanya belajar dari pengalaman masing-masing daerah, tetapi juga memperkuat sinergi. Harapannya, pengawasan yang kami lakukan semakin tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Bawaslu di Bali semakin solid dalam menjalankan tugas pengawasan, sekaligus mampu menghadirkan kinerja yang transparan, akuntabel, dan dipercaya oleh masyarakat luas.