Gandeng Radio Mandala, Bawaslu Gianyar Perkuat Literasi Demokrasi dan Lawan Hoaks Pemilu
|
Gianyar - Komitmen untuk terus menghadirkan informasi kepemiluan yang edukatif kepada masyarakat kembali ditegaskan oleh Bawaslu Kabupaten Gianyar saat melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Radio Mandala Gianyar pada Senin (11/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi demokrasi masyarakat, sekaligus membangun kolaborasi strategis dengan media dalam penyebaran informasi kepemiluan yang akurat dan terpercaya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, menegaskan bahwa keberadaan media memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai demokrasi dan kepemiluan, baik pada masa tahapan maupun non tahapan pemilu.
“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami sebagai penyelenggara pemilu untuk terus menyebarkan informasi kepemiluan kepada masyarakat luas. Kami ingin masyarakat semakin melek demokrasi, memahami pentingnya partisipasi, serta mampu memilah informasi yang benar terkait kepemiluan,” tegas Hartawan.
Menurutnya, penguatan literasi demokrasi tidak hanya dilakukan menjelang pemilu, namun harus terus dibangun secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi tetap terjaga. Ia juga berharap media lokal dapat menjadi mitra strategis dalam menghadirkan informasi yang edukatif dan mudah dipahami masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Gede Sutirta, menyampaikan bahwa meskipun saat ini belum memasuki tahapan pemilu, masih banyak aktivitas dan program kelembagaan Bawaslu yang penting untuk diketahui publik.
“Walaupun bukan tahapan pemilu, masih banyak kegiatan dan informasi dari Bawaslu yang perlu diketahui masyarakat. Karena itu kami berharap Radio Mandala dapat membantu menyiarkan berbagai informasi tersebut agar jangkauannya lebih luas dan masyarakat tetap mendapatkan edukasi demokrasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, turut menyampaikan sejumlah agenda nasional yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, salah satunya program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026.
“Program Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi salah satu langkah penting dalam membangun pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. Kick off program ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026, dan kami berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat melalui program tersebut,” jelasnya.
Di sisi lain, Direktur Radio Mandala Gianyar, Ketut Suwandhi, menyambut baik kunjungan dan konsolidasi yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Gianyar. Ia menilai kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan media massa menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah.
“Kami siap berkolaborasi bersama Bawaslu Gianyar dalam menyebarkan informasi kepemiluan yang benar dan edukatif kepada masyarakat. Media memiliki tanggung jawab moral untuk membantu memerangi hoaks, khususnya terkait informasi kepemiluan yang dapat menyesatkan publik,” ungkapnya.
Dirinya juga menegaskan bahwa penyebaran hoaks dapat berdampak serius terhadap kualitas demokrasi karena mampu menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi itu sendiri.
“Hoaks dapat merusak kepercayaan publik terhadap demokrasi. Karena itu diperlukan sinergi antara penyelenggara pemilu, media, dan masyarakat agar informasi yang diterima publik benar-benar valid, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Melalui konsolidasi tersebut, diharapkan terbangun kerja sama yang berkelanjutan antara Bawaslu Kabupaten Gianyar dan Radio Mandala Gianyar dalam menghadirkan informasi kepemiluan yang edukatif, menangkal disinformasi, serta memperkuat partisipasi masyarakat demi terciptanya demokrasi yang bermartabat dan berintegritas.