Jangan Diam! Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran Pemilu.
|
Gianyar - Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Kesadaran untuk ikut mengawasi serta keberanian melaporkan dugaan pelanggaran pemilu dinilai mampu memperkuat integritas penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.
Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, saat memberikan sosialisasi kepada staf Swan Paradise A Pramana Experience, Jumat (6/3/2026).
“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mengawasi jalannya pemilu. Ketika masyarakat berani melaporkan dugaan pelanggaran yang terjadi di sekitarnya, maka proses demokrasi dapat berjalan lebih jujur, adil, dan transparan,” tegas Reika di hadapan peserta sosialisasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai peran strategis Bawaslu dalam menjaga integritas penyelenggaraan pemilu dan pemilihan, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif.
Dalam pemaparannya, Reika menjelaskan secara komprehensif mengenai kelembagaan Bawaslu, mulai dari tugas, fungsi, hingga kewenangan Bawaslu dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan pemilu dan pemilihan.
“Bawaslu tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran. Kami juga berperan melakukan pencegahan agar potensi pelanggaran dapat diminimalisir sejak awal tahapan pemilu,” jelasnya.
Selain memperkenalkan kelembagaan Bawaslu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis pelanggaran yang dapat terjadi dalam proses pemilu maupun pemilihan, seperti pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu, hingga dugaan tindak pidana pemilu.
Menurut Reika, pemahaman masyarakat terhadap bentuk-bentuk pelanggaran tersebut sangat penting agar masyarakat dapat lebih peka dan mampu mengenali indikasi pelanggaran sejak dini.
“Sering kali pelanggaran terjadi di sekitar kita, tetapi tidak disadari karena masyarakat belum memahami bentuk-bentuknya. Melalui sosialisasi ini kami ingin masyarakat lebih peka, berani melapor, sekaligus menjadi bagian dari pengawasan demokrasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Pengawasan pemilu tidak bisa hanya dilakukan oleh Bawaslu. Keterbatasan jumlah pengawas membuat peran masyarakat menjadi sangat penting. Ketika masyarakat ikut mengawasi, maka ruang terjadinya pelanggaran akan semakin sempit,” tambahnya.
Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai siapa saja yang memiliki hak pilih, serta tahapan-tahapan pemilu dan pemilihan yang menjadi fokus pengawasan Bawaslu, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga penetapan hasil.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bawaslu Kabupaten Gianyar berharap staf Swan Paradise A Pramana Experience dapat semakin memahami proses demokrasi, serta ikut berperan aktif dalam menjaga integritas pemilu di lingkungan masing-masing.
“Demokrasi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara pemilu, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga prosesnya. Semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam pengawasan, semakin kuat pula kualitas demokrasi kita,” pungkas Reika.
Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, diharapkan pelaksanaan pemilu dan pemilihan di masa mendatang dapat berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan berintegritas.