Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Gianyar Perkuat Literasi Kepemiluan Bersama Jemaah Masjid Al Ikhlas Sukawati.
|
Gianyar - Dalam suasana Ramadan yang penuh kehangatan, Bawaslu Kabupaten Gianyar melaksanakan kegiatan Ngabuburit Pengawasan bersama Jemaah Masjid Al Ikhlas Sukawati, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog santai namun substantif antara pengawas pemilu dan masyarakat, guna memperkuat pemahaman kepemiluan menjelang tahapan demokrasi ke depan.
Kegiatan tersebut turut didampingi langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, yang memberikan semangat dan apresiasi atas inisiatif penguatan literasi pengawasan berbasis komunitas keagamaan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, dalam sambutannya memaparkan tentang kelembagaan Bawaslu serta peran strategisnya dalam mengawal demokrasi.
“Bawaslu bukan hanya hadir saat ada pelanggaran, tetapi juga berperan aktif melakukan pencegahan dan pendidikan politik kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga memahami hak dan kewajibannya dalam proses demokrasi,” ujar Hartawan.
Ia juga menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat sebagai mitra pengawasan.
“Pengawasan partisipatif adalah kunci. Tanpa dukungan masyarakat, pengawasan tidak akan maksimal. Karena itu kami hadir langsung di tengah-tengah jemaah untuk berdialog dan berbagi informasi,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, menyampaikan materi terkait syarat-syarat pemilih serta mekanisme pindah memilih agar masyarakat tetap dapat menggunakan hak suaranya meskipun berada di luar domisili saat hari pemungutan suara.
“Setiap warga negara yang memenuhi syarat memiliki hak konstitusional untuk memilih. Jika karena pekerjaan atau alasan tertentu harus berada di luar domisili, ada mekanisme pindah memilih yang dapat diurus sesuai ketentuan,” jelas Reika.
Ia mengingatkan agar masyarakat aktif memastikan dirinya telah terdaftar sebagai pemilih dan tidak ragu bertanya kepada penyelenggara jika menemukan kendala.
Selanjutnya, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Gede Sutirta, memaparkan tugas dan kewenangan Bawaslu dalam setiap tahapan pemilu dan pemilihan.
“Tugas kami meliputi pencegahan, pengawasan, hingga penindakan terhadap dugaan pelanggaran. Namun yang paling utama adalah mencegah agar pelanggaran itu tidak terjadi,” terang Sutirta.
Ia juga menekankan bahwa transparansi dan integritas menjadi fondasi utama dalam setiap kerja-kerja pengawasan.
Pada kesempatan tersebut, I Putu Agus Tirta Suguna menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan seluruh jemaah yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan.
“Saya sangat mengapresiasi semangat kebersamaan ini. Diskusi seperti ini penting agar masyarakat semakin memahami proses demokrasi dan turut menjadi bagian dari pengawasan,” ungkapnya.
Menurutnya, pendekatan humanis dan dialogis seperti Ngabuburit Pengawasan menjadi strategi efektif untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pemilu yang jujur dan adil.
Kegiatan berlangsung santai, interaktif, dan penuh canda tawa. Sejumlah jemaah aktif mengajukan pertanyaan seputar daftar pemilih, netralitas, hingga potensi pelanggaran pemilu. Diskusi yang cair tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap isu-isu kepemiluan.
Menjelang waktu berbuka, kegiatan ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Momentum ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk menjaga demokrasi yang berintegritas di Kabupaten Gianyar.