Lompat ke isi utama

Berita

Perencanaan Matang, Pengawasan Kuat: Bawaslu Bali Gelar Bimtek Chapter V.

Perencanaan Matang, Pengawasan Kuat: Bawaslu Bali Gelar Bimtek Chapter V.

Gianyar - Seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Gianyar mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Pengawas Se-Provinsi Bali Chapter V dengan tema Penguatan Kelembagaan melalui Perencanaan Penganggaran” yang diselenggarakan secara daring, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, yang dalam arahannya menekankan pentingnya integrasi antara legitimasi hukum dan tata kelola anggaran dalam membangun kelembagaan pengawasan yang kuat dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, ia mengangkat konsep Arsitektur Pengawasan dengan tajuk “Transformasi Legitimasi Hukum menjadi Efisiensi Anggaran”. Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya berdiri di atas fondasi regulasi yang kokoh, tetapi juga harus ditopang oleh perencanaan anggaran yang efektif dan akuntabel.

“Hukum tanpa anggaran adalah lumpuh, anggaran tanpa hukum adalah buta. Arsitektur pengawasan menyatukan keduanya dalam satu sistem yang terintegrasi,” tegas Suguna.

Ia menjelaskan bahwa penguatan kelembagaan tidak cukup hanya dengan memperkuat aspek normatif dan regulatif, tetapi juga harus disertai kemampuan perencanaan dan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran, efisien, serta selaras dengan mandat pengawasan.

Lebih lanjut, Suguna mendorong seluruh jajaran Bawaslu kabupaten/kota se-Bali untuk menjadikan perencanaan penganggaran sebagai instrumen strategis dalam memastikan kualitas pengawasan tetap terjaga, bahkan dalam situasi keterbatasan sumber daya.

“Perencanaan yang matang adalah bentuk tanggung jawab kelembagaan. Setiap rupiah yang direncanakan harus mampu menjawab kebutuhan pengawasan secara konkret,” tambahnya.

Pemaparan materi kemudian dilanjutkan oleh Ebigail Mariana yang membahas secara teknis mengenai Perencanaan Penganggaran Bawaslu, khususnya penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L).

Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa RKA-K/L merupakan dokumen rencana keuangan tahunan yang memuat rincian kegiatan, kebutuhan anggaran, serta target kinerja masing-masing kementerian atau lembaga, yang disusun berdasarkan bagian anggaran kementerian/lembaga.

“RKA bukan sekadar dokumen administratif, tetapi instrumen manajerial yang menentukan arah dan prioritas program kerja. Kualitas perencanaan akan sangat menentukan efektivitas pelaksanaan di lapangan,” jelas Ebigail.

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara perencanaan program, indikator kinerja, serta alokasi anggaran agar tidak terjadi ketimpangan antara target yang ditetapkan dan dukungan sumber daya yang tersedia.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang diikuti aktif oleh peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Berbagai pertanyaan dan pandangan disampaikan terkait strategi efisiensi anggaran, optimalisasi sumber daya, hingga tantangan teknis dalam penyusunan perencanaan di tingkat daerah.

Partisipasi aktif jajaran Bawaslu Kabupaten Gianyar dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, khususnya dalam aspek perencanaan dan penganggaran, sebagai fondasi penting dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.