Perkuat Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu Gianyar Sambangi SMA Negeri 1 Blahbatuh
|
Gianyar – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gianyar terus memperluas langkah strategis dalam menanamkan pendidikan politik kepada generasi muda. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penjajakan awal ke SMA Negeri 1 Blahbatuh, sebagai bagian dari penguatan kesadaran demokrasi di lingkungan pelajar, khususnya bagi calon pemilih pemula.
Kegiatan penjajakan ini dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026, dan diterima langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Blahbatuh, I Ketut Sulatra. Dalam pertemuan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, menyampaikan rencana kolaborasi pendidikan politik yang akan dikemas dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SMA Negeri 1 Blahbatuh.
Reika menegaskan bahwa pelajar memiliki posisi strategis dalam keberlanjutan demokrasi ke depan. Oleh karena itu, menurutnya, pendidikan politik sejak dini menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
“Kami melihat sekolah sebagai ruang yang sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi. Pelajar hari ini adalah pemilih masa depan. Jika sejak awal mereka memahami makna pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas, maka kita sedang menyiapkan fondasi demokrasi yang kuat,” ujar Reika.
Ia menjelaskan, kehadiran Bawaslu dalam kegiatan HUT sekolah nantinya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diisi dengan edukasi yang membumi dan mudah dipahami oleh pelajar. Materi yang disampaikan akan menyentuh aspek dasar demokrasi, peran pemilih pemula, hingga pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan pemilu.
Lebih lanjut, Reika menyampaikan bahwa Bawaslu Kabupaten Gianyar juga akan melibatkan Kader Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Para kader P2P akan menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pesan-pesan pengawasan pemilu secara komunikatif dan sesuai dengan karakter generasi muda.
“Melalui keterlibatan kader P2P, kami ingin memastikan bahwa edukasi politik yang diberikan tidak bersifat satu arah. Kami ingin ada dialog, diskusi, dan ruang bagi siswa untuk bertanya serta berpikir kritis,” tambahnya.
Menanggapi rencana tersebut, Kepala SMA Negeri 1 Blahbatuh, I Ketut Sulatra, menyambut baik inisiatif Bawaslu Kabupaten Gianyar. Ia menyatakan bahwa pihak sekolah pada prinsipnya sangat terbuka dan mendukung kegiatan pendidikan politik yang konstruktif bagi siswa.
Menurutnya, pendidikan politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan karakter dan kewarganegaraan yang selama ini ditanamkan di sekolah.
“Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Pendidikan politik dari Bawaslu sangat relevan untuk membekali siswa agar menjadi warga negara yang sadar hak dan kewajibannya,” ujar Sulatra.
Ia juga berharap, melalui edukasi langsung dari Bawaslu, para siswa tidak hanya memahami proses pemilu secara teoritis, tetapi juga memiliki kesadaran moral untuk menjaga demokrasi dari praktik-praktik yang mencederai nilai kejujuran dan keadilan.
“Kami berharap siswa mampu tumbuh menjadi generasi yang kritis, tidak apatis, dan berani berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi,” imbuhnya.
Melalui sinergi ini, Bawaslu Kabupaten Gianyar berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun budaya demokrasi yang sehat sejak dini. Kolaborasi dengan dunia pendidikan dinilai sebagai langkah strategis untuk mencetak generasi muda yang cerdas secara politik, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi di Indonesia pada masa yang akan datang.