Perkuat Strategi Pencegahan di Masa Non-Tahapan, Bawaslu Kabupaten Gianyar Ikuti Rakor Program Kerja Divisi P2H Tahun 2026
|
Gianyar — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gianyar mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Program Kerja Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Bali melalui media zoom daring, Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat strategi kerja Bawaslu Kabupaten/Kota pada masa non-tahapan Pemilu dan Pemilihan.
Rapat koordinasi tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota yang telah hadir dan menunjukkan komitmen dalam menjalankan tugas pengawasan.
“Walaupun saat ini berada pada masa non-tahapan, kerja-kerja Bawaslu tidak boleh berhenti. Justru pada fase inilah penguatan pencegahan, edukasi, dan kelembagaan harus semakin dimaksimalkan,” ujar Putu Agus Tirta Suguna.
Ia juga mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan Bawaslu Kabupaten/Kota selama ini, baik dalam pengawasan, pencegahan, maupun upaya membangun kepercayaan publik terhadap Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang independen dan berintegritas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya mengoptimalkan kerja-kerja pencegahan pada masa non-tahapan melalui peningkatan sosialisasi dan pelibatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Di masa non-tahapan ini, kita harus lebih aktif turun ke masyarakat. Tingkatkan sosialisasi dan manfaatkan kader-kader pengawasan yang telah kita miliki untuk terus menyampaikan peran dan fungsi kelembagaan Bawaslu,” tegas Ketut Ariyani.
Ia juga menyoroti pentingnya publikasi setiap kegiatan yang telah dilaksanakan oleh jajaran Bawaslu. Menurutnya, publikasi melalui website resmi dan media sosial menjadi sarana strategis untuk menunjukkan eksistensi dan kinerja Bawaslu di tengah masyarakat.
“Setiap kegiatan harus dipublikasikan. Ini penting agar masyarakat mengetahui bahwa Bawaslu tetap bekerja, tetap hadir, dan terus menjalankan fungsi pencegahan meskipun tidak berada dalam tahapan pemilu,” tambahnya.
Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh masing-masing Bawaslu Kabupaten/Kota. Mewakili Bawaslu Kabupaten Gianyar, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan Bawaslu Gianyar dalam rangka penguatan kelembagaan dan pencegahan.
Ia menjelaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Gianyar telah melaksanakan audiensi dan koordinasi dengan sejumlah instansi, baik instansi pemerintahan maupun instansi pendidikan, sebagai bagian dari strategi membangun sinergi lintas sektor.
“Selain koordinasi dengan instansi pemerintah, kami juga menyasar dunia pendidikan. Dalam waktu dekat, Bawaslu Gianyar akan berkolaborasi dengan beberapa sekolah untuk mensosialisasikan kelembagaan Bawaslu sekaligus mendorong pengawasan partisipatif kepada pemilih pemula,” ungkap Ni Luh Putu Reika Chrisyanti.
Menurutnya, pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi ke depan. Oleh karena itu, edukasi dan penguatan kesadaran pengawasan sejak dini menjadi langkah penting yang terus didorong oleh Bawaslu Kabupaten Gianyar.
Melalui rapat koordinasi ini, Bawaslu Kabupaten Gianyar menegaskan komitmennya untuk terus aktif melakukan kerja-kerja pencegahan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membangun sinergi dengan berbagai pihak demi mewujudkan pengawasan pemilu yang partisipatif, transparan, dan berintegritas.