Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Strategi Publikasi, Bawaslu Bali Gelar Rapat Teknis Penyusunan Infografis.

Perkuat Strategi Publikasi, Bawaslu Bali Gelar Rapat Teknis Penyusunan Infografis.

Gianyar - Kehumasan bukan sekadar fungsi pendukung dalam sebuah lembaga, melainkan garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik. Di era digital yang serba cepat, informasi tidak hanya harus akurat, tetapi juga dikemas secara menarik, ringkas, dan mudah dipahami. Menjawab tantangan tersebut, Bawaslu Provinsi Bali menggelar Rapat Teknis Penyusunan Infografis bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali pada Rabu (25/02/2026) melalui media daring Zoom.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran kehumasan dari seluruh Bawaslu kabupaten/kota, termasuk Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, beserta staf yang membidangi kehumasan.

Rapat teknis dibuka oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa infografis kini menjadi salah satu instrumen komunikasi publik yang sangat efektif dalam menyampaikan pesan kelembagaan.

“Kehumasan adalah wajah lembaga. Apa yang kita tayangkan di ruang publik akan membentuk persepsi masyarakat terhadap Bawaslu. Karena itu, setiap konten yang kita buat harus informatif, berimbang, dan tetap menjaga netralitas,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kerja-kerja kehumasan Bawaslu se-Bali yang dinilai semakin aktif dan responsif dalam menyampaikan informasi pengawasan, pencegahan pelanggaran, serta edukasi kepemiluan kepada masyarakat.

Menurutnya, penguatan kapasitas staf kehumasan menjadi kunci dalam menjaga kualitas publikasi. Infografis tidak hanya berbicara tentang desain visual yang menarik, tetapi juga tentang kejelasan data, kekuatan pesan, serta kehati-hatian dalam memilih narasi.

“Infografis yang baik bukan hanya enak dilihat, tetapi juga kuat secara substansi. Setiap angka, setiap kalimat, bahkan setiap kutipan harus melalui pertimbangan matang,” tegasnya.

Diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif bertanya dan berbagi praktik baik yang telah diterapkan di daerah masing-masing. Salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi adalah terkait penggunaan kutipan tokoh dalam konten publikasi.

Dari Bawaslu Kabupaten Gianyar, muncul pertanyaan mengenai batasan dalam menggunakan kutipan tokoh publik. Apakah semua tokoh dapat dikutip dalam infografis, atau perlu dilakukan penyaringan tertentu guna menjaga independensi lembaga?

Pertanyaan tersebut mendapat perhatian serius dari Bawaslu Provinsi Bali. Dalam tanggapannya, disampaikan bahwa prinsip kehati-hatian harus menjadi pedoman utama dalam setiap publikasi.

“Kita harus selektif dalam memilih tokoh yang akan dikutip. Jangan sampai konten yang kita buat menimbulkan persepsi bahwa Bawaslu berpihak atau menguntungkan warna politik tertentu. Netralitas adalah harga mati bagi lembaga pengawas,” jelasnya.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa fokus utama publikasi Bawaslu adalah pada edukasi, penguatan partisipasi masyarakat, serta penyampaian hasil kerja pengawasan, bukan pada penguatan figur individu tertentu. Oleh karena itu, setiap konten perlu melalui proses telaah internal sebelum dipublikasikan.

Rapat teknis ini menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi dan standar publikasi kehumasan Bawaslu se-Bali. Dengan sinergi dan komitmen bersama, diharapkan setiap infografis yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mencerminkan profesionalitas, integritas, dan independensi lembaga.

Melalui penguatan strategi komunikasi ini, Bawaslu Bali optimis dapat terus meningkatkan kualitas informasi publik, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pengawasan pemilu dan pemilihan di Provinsi Bali.