Lompat ke isi utama

Berita

Program Kepedulian Pemilih Digelar, Bawaslu Pastikan Tak Ada Warga Kehilangan Hak Suara

Program Kepedulian Pemilih Digelar, Bawaslu Pastikan Tak Ada Warga Kehilangan Hak Suara

Bangli - Program Kepedulian Pengawas Pemilu kepada Pemilih kembali dilaksanakan dengan melibatkan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali pada Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Bawaslu Provinsi Bali sebagai bentuk kepedulian terhadap pemilih, khususnya mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Dalam kegiatan tersebut, I Wayan Gede Sutirta selaku Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar turut hadir dan terlibat langsung dalam pelaksanaan program yang berlangsung di Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Kabupaten Bangli.

Program ini menyasar pemilih dengan kebutuhan khusus. Melalui kegiatan tersebut, jajaran pengawas pemilu memberikan perhatian sekaligus memastikan bahwa hak politik setiap warga negara tetap terlindungi, tanpa terkecuali.

Di sela-sela kegiatan, Sutirta menyampaikan apresiasi terhadap program yang digagas oleh Bawaslu Provinsi Bali tersebut. Menurutnya, program kepedulian seperti ini menjadi wujud nyata komitmen penyelenggara pemilu dalam menjaga inklusivitas demokrasi.

“Program ini sangat baik karena menunjukkan bahwa demokrasi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk saudara-saudara kita yang memiliki kebutuhan khusus. Keterbatasan yang mereka miliki tidak boleh menjadi penghalang untuk menggunakan hak pilihnya,” ujar Sutirta.

Ia menegaskan bahwa setiap suara dalam pemilu memiliki nilai yang sama dan harus dijaga. Oleh karena itu, peran pengawas pemilu tidak hanya sebatas melakukan pengawasan, tetapi juga memastikan seluruh warga negara mendapatkan kesempatan yang setara dalam proses demokrasi.

“Bawaslu memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses demokrasi. Setiap suara rakyat adalah bagian penting dalam menentukan arah masa depan bangsa,” tambahnya.

Sutirta juga berharap program kepedulian terhadap pemilih ini tidak hanya dilaksanakan di satu wilayah, tetapi dapat terus diperluas ke berbagai daerah lainnya di Bali.

“Harapan kami, program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak daerah. Dengan begitu, semangat demokrasi yang inklusif benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tutupnya.