Lompat ke isi utama

Berita

Jaga Pilihan, Jaga Persaudaraan: Bawaslu Gianyar Pantau Pilkel 2026

Jaga Pilihan, Jaga Persaudaraan: Bawaslu Gianyar Pantau Pilkel 2026

Gianyar – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkel) Serentak Tahun 2026 memasuki tahapan krusial, yakni pemungutan dan penghitungan suara. Untuk memastikan seluruh proses berlangsung tertib dan sesuai ketentuan, Bawaslu Kabupaten Gianyar melakukan monitoring secara langsung di sejumlah wilayah pada Minggu (20/9/2026).

Monitoring tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan Bawaslu Gianyar terhadap potensi persoalan yang dapat muncul selama proses pemungutan hingga penghitungan suara. Meskipun tidak memiliki kewenangan langsung dalam penyelenggaraan Pilkel, Bawaslu tetap mengambil peran dalam menjaga suasana demokrasi agar berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, mengatakan monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan tahapan sekaligus memastikan potensi kerawanan dapat diantisipasi sejak dini.

“Kami hadir untuk melakukan monitoring dan pencegahan. Meskipun Bawaslu tidak memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan Pilkel, kami tetap memiliki komitmen untuk ikut menjaga proses demokrasi ini agar berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan,” ujar Hartawan.

Menurutnya, proses pemungutan dan penghitungan suara merupakan bagian penting yang membutuhkan perhatian bersama. Tidak hanya panitia dan petugas di lapangan, masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga suasana tetap kondusif serta menghormati setiap pilihan yang diberikan oleh warga.

Hartawan juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat Gianyar yang telah menggunakan hak pilihnya dalam Pilkel Serentak 2026.

“Kami mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya. Perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi. Yang terpenting, mari kita bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh pihak diharapkan dapat menerima hasil Pilkel dengan tetap mengedepankan sikap dewasa dan menghormati proses yang telah berlangsung. Dengan demikian, pelaksanaan Pilkel Serentak 2026 tidak hanya menghasilkan pemimpin di tingkat desa, tetapi juga memperkuat budaya demokrasi yang sehat di tengah masyarakat.

“Pilihan boleh berbeda, tetapi persatuan dan kondusivitas harus tetap dijaga,” pungkas Hartawan.