Lompat ke isi utama

Berita

Asah Public Speaking, Bawaslu Bali Siapkan jajaran yang Handal dan Profesional

Asah Public Speaking, Bawaslu Bali Siapkan jajaran yang Handal dan Profesional

Badung – Keberhasilan sebuah lembaga dalam membangun kepercayaan publik tidak hanya ditentukan oleh kualitas kinerja, tetapi juga oleh kemampuan menyampaikan informasi secara tepat, terbuka, dan mudah dipahami masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Bawaslu Provinsi Bali menggelar Rapat Kehumasan bertajuk "Membangun Komunikasi Publik yang Efektif melalui Penguatan Kehumasan dan Public Speaking" di Kantor Bawaslu Kabupaten Badung, Kamis (9/7/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, bersama jajaran staf sebagai bentuk komitmen Bawaslu Kabupaten Gianyar dalam terus meningkatkan kapasitas kehumasan guna mendukung keterbukaan informasi publik dan memperkuat komunikasi kelembagaan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, yang menegaskan bahwa kehumasan memegang peran strategis sebagai wajah sekaligus corong lembaga dalam membangun citra positif Bawaslu di tengah masyarakat.

"Humas merupakan corong lembaga. Apa yang disampaikan kepada publik akan membentuk cara masyarakat memandang Bawaslu. Karena itu, setiap insan humas harus mampu menyampaikan informasi yang akurat, membangun kepercayaan, dan mencerminkan nilai-nilai kelembagaan," tegas Suguna.

Ia juga menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik atau public speaking bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan bagi setiap jajaran Bawaslu. Menurutnya, kemampuan tersebut akan sangat membantu dalam menyampaikan pesan kelembagaan, memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga menghadapi berbagai dinamika komunikasi di ruang publik.

"Jangan pernah ragu untuk terus belajar dan berlatih. Semakin sering kita berbicara di depan publik, semakin terasah kemampuan kita dalam menyampaikan pesan secara jelas, meyakinkan, dan berdampak," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, mengingatkan bahwa kemampuan komunikasi yang baik tidak hadir secara instan, melainkan dibangun melalui proses belajar yang konsisten.

"Public speaking yang baik tidak terlahir begitu saja. Kemampuan tersebut dibentuk melalui kemauan untuk terus belajar, memperbanyak pengalaman, dan tidak takut melakukan kesalahan. Semakin banyak berlatih, semakin percaya diri kita dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," ungkap Ariyani.

Tidak berhenti pada pemaparan materi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi praktik sebagai wadah bagi peserta untuk mengasah keterampilan berbicara di depan publik. Pada kesempatan tersebut, Staf Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Putu Ari Apriani, berkesempatan menjadi fasilitator, menunjukkan kemampuan dalam mengelola forum sekaligus mengimplementasikan materi yang telah diterima secara langsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran kehumasan mampu meningkatkan kompetensi komunikasi, menghasilkan informasi yang berkualitas, serta menyampaikan pesan-pesan kelembagaan secara lebih efektif, humanis, dan mudah dipahami oleh masyarakat.