Cegah Pelanggaran Sejak Dini, Bawaslu Gianyar Intensifkan Konsolidasi Demokrasi
|
GIANYAR – Demokrasi yang berkualitas lahir dari proses yang bersih dan berintegritas. Berangkat dari semangat tersebut, Bawaslu Kabupaten Gianyar terus memperkuat upaya pencegahan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi di Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan ini diterima langsung oleh Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Siangan, Ida Bagus Putu Wiadnyana Manuaba, beserta jajaran panitia dan perangkat desa.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Gede Sutirta, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menghindari segala bentuk pelanggaran maupun kecurangan yang berpotensi mencederai nilai-nilai demokrasi pada penyelenggaraan Pilkades Serentak Tahun 2026.
"Pilkades bukan sekadar memilih seorang kepala desa, tetapi juga menjadi cerminan kualitas demokrasi. Karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga integritas setiap tahapan agar berlangsung sesuai aturan. Jangan sampai praktik-praktik yang melanggar hukum ataupun etika demokrasi merusak kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilihan," tegas Sutirta.
Menurutnya, upaya pencegahan akan jauh lebih efektif apabila seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, panitia pemilihan, peserta, hingga masyarakat, memiliki pemahaman yang sama mengenai aturan, potensi kerawanan, serta pentingnya menjaga netralitas dan integritas selama proses pemilihan berlangsung.
"Kami ingin memastikan bahwa pencegahan dilakukan sejak dini. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap seluruh pihak memahami hak, kewajiban, serta batasan-batasan yang harus dipatuhi. Dengan demikian, potensi pelanggaran dapat diminimalkan sebelum benar-benar terjadi," tambahnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, menekankan bahwa kualitas hasil pemilihan sangat ditentukan oleh kualitas proses yang dijalankan.
Ia mengingatkan bahwa setiap tahapan Pilkades harus dilaksanakan secara profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas agar menghasilkan pemimpin desa yang memperoleh legitimasi kuat dari masyarakat.
"Proses yang baik akan melahirkan hasil yang baik. Ketika seluruh tahapan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan, maka masyarakat akan memiliki kepercayaan terhadap hasil pemilihan," ujar Reika.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh penyelenggara Pilkades untuk senantiasa mengedepankan prinsip keadilan, kesetaraan, dan pelayanan yang profesional kepada seluruh peserta maupun masyarakat tanpa adanya perlakuan yang berbeda.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Siangan, Ida Bagus Putu Wiadnyana Manuaba, menyampaikan apresiasi atas langkah preventif yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Gianyar dalam memberikan edukasi serta penguatan demokrasi kepada pemerintah desa dan penyelenggara Pilkades.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya kepatuhan terhadap regulasi sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan Pilkades merupakan tanggung jawab bersama.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bawaslu Kabupaten Gianyar atas pendampingan dan edukasi yang diberikan. Kami berkomitmen untuk melaksanakan seluruh tahapan Pilkades sesuai ketentuan yang berlaku, menjunjung tinggi prinsip kejujuran, transparansi, serta memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh peserta dan masyarakat," ungkap Wiadnyana.
Ia juga berharap sinergi antara panitia, pemerintah desa, Bawaslu, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus terjalin sehingga pelaksanaan Pilkades di Desa Siangan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Menutup kegiatan tersebut, Sutirta kembali mengingatkan bahwa kebebasan memilih merupakan salah satu hak konstitusional setiap warga negara yang harus dijaga dan dihormati oleh semua pihak.
Ia mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara cerdas, bertanggung jawab, dan tanpa tekanan, intimidasi, maupun pengaruh yang bertentangan dengan prinsip demokrasi.
"Setiap suara masyarakat memiliki nilai yang sama. Jangan biarkan pilihan ditentukan oleh tekanan, intimidasi, ataupun iming-iming tertentu. Mari bersama-sama menjaga Pilkades Tahun 2026 sebagai pesta demokrasi yang bersih, damai, bermartabat, dan benar-benar mencerminkan kehendak masyarakat," pungkasnya.