Lompat ke isi utama

Berita

Demokrasi Tak Boleh Ternoda, Bawaslu Gianyar Intensifkan Konsolidasi Demokrasi.

Demokrasi Tak Boleh Ternoda, Bawaslu Gianyar Intensifkan Konsolidasi Demokrasi.

Gianyar – Memasuki tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Blahbatuh Tahun 2026, Bawaslu Kabupaten Gianyar bergerak memperkuat fondasi demokrasi melalui konsolidasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah potensi pelanggaran sejak dini sekaligus memastikan Pilkades berlangsung jujur, adil, damai, dan berintegritas. Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang digelar di Kantor Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara Bawaslu Kabupaten Gianyar dengan Panitia Pemilihan Perbekel Desa Blahbatuh untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya menjaga integritas, netralitas, serta partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan Pilkades. Kehadiran jajaran Bawaslu Kabupaten Gianyar diterima langsung oleh Sekretaris bersama Anggota Panitia Pemilihan Perbekel Desa Blahbatuh.

Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, menegaskan bahwa keberhasilan Pilkades tidak hanya diukur dari terselenggaranya proses pemungutan suara, tetapi juga dari kemampuan seluruh elemen masyarakat menjaga nilai-nilai demokrasi selama seluruh tahapan berlangsung.

"Pilkades merupakan ruang bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan desa melalui pemimpin yang dipilih secara demokratis. Karena itu, seluruh prosesnya harus dijaga bersama agar berlangsung jujur, adil, transparan, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan publik," ujar Hartawan.

Menurutnya, konsolidasi demokrasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat komunikasi sekaligus membangun komitmen bersama antara penyelenggara, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta seluruh warga dalam menciptakan Pilkades yang aman dan kondusif.

"Pengawasan bukan hanya menjadi tugas penyelenggara. Demokrasi akan semakin kuat apabila masyarakat ikut terlibat mengawasi setiap prosesnya. Partisipasi aktif masyarakat menjadi benteng utama dalam mencegah terjadinya pelanggaran maupun praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip demokrasi," tambahnya.

Hartawan juga mengingatkan bahwa menjaga suasana yang damai selama proses Pilkades menjadi tanggung jawab bersama. Perbedaan pilihan hendaknya tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

"Siapa pun yang nantinya terpilih merupakan pilihan masyarakat. Karena itu mari kita jaga persaudaraan, hormati setiap perbedaan pilihan, dan jadikan Pilkades sebagai momentum mempererat kebersamaan, bukan sebaliknya," tegasnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Gede Sutirta, mengingatkan pentingnya menjaga kebebasan memilih sebagai salah satu hak asasi yang dijamin konstitusi yang harus dihormati oleh seluruh pihak.

"Hak memilih adalah hak setiap warga yang tidak boleh diintervensi oleh siapa pun. Setiap suara memiliki nilai yang sama dan menjadi penentu arah pembangunan desa untuk enam tahun ke depan. Oleh sebab itu, gunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab berdasarkan hati nurani," ujar Sutirta.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk tekanan, intimidasi, maupun praktik politik uang yang berpotensi merusak kualitas demokrasi di tingkat desa.

"Jangan biarkan pilihan masyarakat dibentuk oleh rasa takut ataupun iming-iming materi. Demokrasi yang sehat lahir dari pemilih yang bebas menentukan pilihan berdasarkan rekam jejak, kapasitas, dan komitmen calon dalam membangun desa," imbuhnya.

Menutup kegiatan tersebut, Sutirta mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Blahbatuh untuk menjadikan Pilkades Tahun 2026 sebagai contoh pelaksanaan demokrasi yang bermartabat dan berkualitas.

"Mari kita sukseskan Pilkades Blahbatuh dengan semangat gotong royong, menjaga persatuan, menghormati perbedaan pilihan, dan bersama-sama mengawal setiap tahapan agar berjalan aman, damai, berintegritas, serta menghasilkan pemimpin yang benar-benar memperoleh kepercayaan masyarakat," pungkasnya.

Dengan terbangunnya kolaborasi yang erat antara penyelenggara, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, diharapkan pelaksanaan Pilkades Blahbatuh dapat berlangsung secara transparan, akuntabel, demokratis, serta melahirkan pemimpin desa yang memiliki legitimasi kuat dan mampu membawa kemajuan bagi masyarakat.