Dilepas Penuh Haru, Hartawan : Terimakasih Atas Pengabdiannya
|
Gianyar — Suasana haru bercampur rasa syukur dan kebersamaan menyelimuti Kantor Bawaslu Kabupaten Gianyar pada Jumat (9/1/2026). Keluarga besar Bawaslu Kabupaten Gianyar menggelar acara perpisahan sekaligus pisah sambut pejabat sekretariat, sebuah momentum yang bukan sekadar seremonial, tetapi sarat makna dan kenangan.
Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Gianyar secara resmi melepas pengabdian I Wayan Budi Mahendra, Koordinator Sekretariat, I Putu Edi Sumantra, Bendahara Pengeluaran Pembantu, serta Putu Sinta Darmayanti, Staf PNS. Ketiganya merupakan Aparatur Sipil Negara dari Pemerintah Kabupaten Gianyar yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan dan dinamika kelembagaan Bawaslu Kabupaten Gianyar.
Acara ini juga menjadi penanda awal babak baru bagi Bawaslu Kabupaten Gianyar dengan dilaksanakannya pisah sambut Koordinator Sekretariat yang baru. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang refleksi atas perjalanan pengabdian sekaligus penguatan semangat kolektif untuk melanjutkan kerja-kerja pengawasan pemilu yang semakin kompleks dan menantang ke depan.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi, loyalitas, serta kontribusi nyata ketiga PNS tersebut. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan kelembagaan dan berbagai inovasi yang lahir di Bawaslu Kabupaten Gianyar tidak terlepas dari peran strategis sekretariat sebagai tulang punggung organisasi.
“Bawaslu Kabupaten Gianyar dapat terus bertahan, beradaptasi, dan berinovasi hingga hari ini berkat kerja keras dan pengabdian saudara-saudara sekalian. Atas nama lembaga, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa meskipun nantinya berada di lembaga yang berbeda, jalinan silaturahmi, komunikasi, dan koordinasi diharapkan tetap terjaga. Menurutnya, pengabdian di Bawaslu Kabupaten Gianyar telah membentuk ikatan emosional dan profesional yang tidak terputus oleh perubahan penugasan.
Hartawan juga berpesan agar ketiga aparatur yang kembali bertugas di instansi masing-masing senantiasa menjaga netralitas, khususnya dalam konteks kehidupan demokrasi dan penyelenggaraan pemilu. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai netralitas, profesionalitas, dan integritas yang selama ini dijunjung tinggi di lingkungan Bawaslu hendaknya tetap menjadi pegangan dalam setiap pelaksanaan tugas di manapun berada.
Sementara itu, I Wayan Budi Mahendra, mewakili pejabat yang dilepas, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari keluarga besar Bawaslu Kabupaten Gianyar. Ia mengungkapkan bahwa selama mengabdi, banyak pelajaran berharga yang diperoleh, mulai dari penguatan tata kelola kelembagaan hingga pemahaman mendalam tentang pengawasan dan demokrasi.
“Bawaslu Kabupaten Gianyar telah menjadi rumah kedua bagi kami. Banyak ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kebersamaan yang akan selalu kami kenang dan jadikan bekal di tempat tugas selanjutnya,” ujarnya dengan suara bergetar.
Kehangatan acara semakin terasa dengan kehadiran langsung jajaran pimpinan dan sekretariat Bawaslu Provinsi Bali, yakni I Putu Agus Tirta Suguna selaku Ketua Bawaslu Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Adinatha selaku Kepala Sekretariat, serta I Gusti Ketut Kartika selaku Kepala Bagian Administrasi, bersama jajaran staf sekretariat Bawaslu Provinsi Bali. Kehadiran tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi dan dukungan antara Bawaslu Provinsi Bali dan Bawaslu Kabupaten Gianyar.
Rangkaian acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan, diisi dengan penyampaian kesan dan pesan, penyerahan cenderamata, serta doa bersama. Momen ini tidak hanya menjadi penutup sebuah masa pengabdian, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik tugas-tugas pengawasan yang tegas dan berintegritas, Bawaslu tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kemanusiaan.
Melalui acara pisah sambut ini, Bawaslu Kabupaten Gianyar meneguhkan komitmennya untuk terus menjaga soliditas internal, memperkuat sinergi lintas lembaga, serta melanjutkan pengabdian dalam mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.