Hadir di Pengukuhan KALIBRASI 2026, Bawaslu Gianyar Teguhkan Sinergi Antarlembaga
|
GIANYAR – Membangun demokrasi yang berintegritas tidak cukup hanya melalui pengawasan saat pemilu berlangsung, tetapi juga perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan demokrasi kepada generasi muda. Upaya tersebut membutuhkan sinergi antarlembaga untuk mendorong lahirnya generasi yang kritis, berintegritas, dan memiliki kesadaran demokrasi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan demokrasi di kalangan pelajar, Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Gede Sutirta, menghadiri kegiatan Pengukuhan Ketua OSIS Terpilih dan Kader Literasi Bangun Demokrasi (KALIBRASI) Kabupaten Gianyar Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Gianyar, Rabu (28/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Utama Lantai 3, Pusat Pemerintahan Kabupaten Gianyar.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 58 sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Gianyar. Keterlibatan para pelajar tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman demokrasi di lingkungan sekolah sekaligus mendorong tumbuhnya kepemimpinan yang bertanggung jawab.
Kehadiran Bawaslu Kabupaten Gianyar dalam kegiatan ini menjadi wujud penguatan sinergi antarlembaga dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini. Bawaslu tidak hanya berperan dalam mengawal proses demokrasi melalui fungsi pengawasan, tetapi juga memiliki kepentingan untuk mendorong partisipasi masyarakat yang berkualitas, termasuk dari kalangan generasi muda.
Melalui penguatan kolaborasi antara Bawaslu, KPU, dan lingkungan pendidikan, pelajar diharapkan tidak hanya memahami demokrasi sebagai proses memilih pemimpin, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, serta menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.
Para Ketua OSIS dan Kader Literasi Bangun Demokrasi juga memiliki potensi menjadi penggerak literasi demokrasi di lingkungan sekolah. Dengan bekal pemahaman yang baik, mereka dapat berkontribusi menyebarkan informasi yang benar, membangun budaya diskusi yang sehat, serta menumbuhkan sikap kritis terhadap berbagai informasi yang beredar.
Sinergi yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya aktif berpartisipasi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga nilai-nilai demokrasi. Sebab, demokrasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kualitas penyelenggaraan pemilu, tetapi juga oleh karakter warga negara yang menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab.