Hartawan Bali Bukan Sekadar Tempat Tinggal, Tapi Warisan yang Wajib Dijaga
|
Gianyar - Seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Gianyar mengikuti Upacara Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026). Upacara berlangsung dengan penuh khidmat sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Bali sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian alam, budaya, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Bali.
Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, bertindak selaku Pembina Upacara. Dalam amanatnya, Hartawan mengajak seluruh jajaran Bawaslu Gianyar untuk tidak hanya memaknai Hari Jadi Provinsi Bali sebagai sebuah peringatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk merefleksikan tanggung jawab bersama dalam menjaga Bali.
Menurutnya, Bali bukan hanya tempat untuk tinggal dan berkarya, tetapi juga warisan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Karena itu, pelestarian lingkungan harus menjadi bagian dari kesadaran dan perilaku sehari-hari.
“Menjaga Bali bukan hanya tentang menjaga keindahan alamnya, tetapi juga menjaga keseimbangan kehidupan di dalamnya. Bali yang lestari adalah Bali yang mampu menjaga alam, budaya, dan manusianya secara bersama-sama,” tegas Hartawan.
Hartawan juga mengingatkan pentingnya mengimplementasikan filosofi Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari. Tiga hubungan harmonis tersebut meliputi hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), hubungan manusia dengan sesama (Pawongan), serta hubungan manusia dengan alam dan lingkungan (Palemahan).
Ia menegaskan, nilai Tri Hita Karana tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai jajaran pengawas pemilu.
“Tri Hita Karana mengajarkan kita bahwa kehidupan akan berjalan baik ketika hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam senantiasa dijaga dalam keseimbangan. Nilai ini harus kita implementasikan dalam kehidupan maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita,” ujar Hartawan.
Lebih lanjut, Hartawan mengajak seluruh jajaran Bawaslu Gianyar untuk menjadikan semangat menjaga Bali sebagai bagian dari pengabdian. Menurutnya, setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang bersih, harmonis, dan berkelanjutan, dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.
“Mari kita rawat Bali dengan tindakan nyata. Mulai dari menjaga kebersihan, mengurangi perilaku yang merusak lingkungan, menghormati sesama, serta menjalankan tugas dengan tulus dan penuh tanggung jawab. Karena menjaga Bali adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar Bawaslu Kabupaten Gianyar untuk memperkuat semangat pengabdian sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjaga nilai-nilai luhur Bali.
Dengan semangat “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, jajaran Bawaslu Kabupaten Gianyar diharapkan mampu terus berkontribusi dalam mewujudkan Bali yang tidak hanya maju dan sejahtera, tetapi juga tetap lestari, harmonis, serta berakar kuat pada budaya dan kearifan lokal.