Lagi dan Lagi, Bawaslu Temukan Data yang Tidak Valid
|
Dalam rangka memastikan keakuratan dan validitas data pemilih, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar turun langsung ke lapangan melakukan uji petik. Uji petik ini dilakukan terkait data PDPB yang telah di plenokan oleh KPU Gianyar. Uji petik menyasar warga di Desa Guwang,Sukawati, Gianyar yang mana datanya berstatus Pemilih Baru serta TMS (Meninggal Dunia). Uji petik ini dilakukan Selasa (23/9/2025).
Ketua Bawaslu Gianyar, I Wayan Hartawan, menyatakan bahwa validitas data pemilih adalah kunci untuk meningkatkan kualitas demokrasi. “Kami ingin memastikan data yang diplenokan KPU Gianyar benar-benar akurat. Data pemilih yang valid adalah fondasi dari pemilu yang berkualitas,” ujarnya.
Uji petik ini secara khusus menyasar data Pemilih Baru serta TMS (Meninggal Dunia) di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Hasilnya cukup mengejutkan. Dari lima data yang ditetapkan sebagai Pemilih Baru, Bawaslu menemukan bahwa lima nama yang terdaftar tersebut sudah meninggal dunia. Dari kelima nama tersebut, hanya tiga di antaranya yang sudah memiliki akta kematian.
Menindaklanjuti temuan ini, Bawaslu Gianyar akan segera mengirimkan surat saran perbaikan kepada KPU Kabupaten Gianyar. Surat ini sebagai catatan dan masukan penting untuk perbaikan data pemilih yang lebih akurat. Langkah ini diharapkan dapat mencegah masalah serupa di masa depan dan memastikan setiap suara terhitung dengan benar dan mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Untuk dua nama lainnya yang dinyatakan meninggal dunia namun belum memiliki akta kematian, Ketua Bawaslu Gianyar menyarankan agar pihak keluarga segera mengurus akta kematian. Hal tersebut bukan semata-mata terkait dengan adanya kepentingan atau keperluan dari pihak keluarga saja, akan tetapi data ini penting untuk proses akurasi data pemilih pada Pemilu atau Pemilihan yang akan datang dan juga terkait dengan program sosial dari pemerintah.
Lebih lanjut, Hartawan menegaskan bahwa Bawaslu akan terus membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk menjamin kualitas daftar pemilih yang akurat dan sah. Koordinasi yang intens akan meningkatkan soliditas dan sinergisitas antar Lembaga.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan KPU dan instansi terkait agar data pemilih benar-benar bersih, mutakhir, dan valid. Ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap warga yang memiliki hak pilih dapat menggunakan haknya secara sah, tanpa hambatan administratif,” tambahnya.
Temuan ini menjadi pengingat penting akan tantangan dalam menjaga keakuratan daftar pemilih dan betapa krusialnya peran Bawaslu dalam mengawasi setiap tahapan proses pemilu demi terwujudnya pemilu yang jujur dan adil.