Orientasi PPPK Bawaslu se-Bali Dibuka, Tekankan Pembentukan ASN BerAKHLAK dan Profesional
|
Gianyar – Meskipun pelaksanaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 dilaksanakan secara daring, seluruh peserta diharapkan tetap mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab. Orientasi ini bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, melainkan menjadi tahapan penting dalam membentuk karakter aparatur sipil negara yang berintegritas, profesional, serta berlandaskan nilai-nilai berAKHLAK.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu RI, Roy Maryuna Siagian, saat memberikan sambutan pada Pembukaan Orientasi PPPK Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring pada Selasa (14/7/2026).
Dalam arahannya, Roy menegaskan bahwa seluruh peserta harus memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat pemahaman mengenai tugas, fungsi, budaya kerja, serta nilai-nilai dasar ASN yang menjadi fondasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Walaupun orientasi dilaksanakan secara daring, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh. Jadikan orientasi ini sebagai momentum untuk membangun karakter ASN Bawaslu yang berintegritas, disiplin, adaptif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai berAKHLAK dalam setiap pelaksanaan tugas," tegas Roy.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan seorang ASN tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari sikap, etika, dan komitmen dalam menjalankan amanah sebagai pelayan publik. Oleh karena itu, orientasi menjadi bekal awal agar PPPK mampu memahami budaya organisasi Bawaslu sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penguatan demokrasi dan pengawasan pemilu di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa setiap ASN memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga profesionalitas, integritas, dan kualitas kinerja di lingkungan Bawaslu.
"Status sebagai ASN bukan hanya sebuah pengakuan, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap seluruh peserta mampu menunjukkan dedikasi, bekerja secara profesional, menjaga integritas, serta terus meningkatkan kompetensi sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi lembaga dan masyarakat," ujar Suguna.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan orientasi sebagai sarana memperkuat semangat pengabdian dan meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, ASN Bawaslu dituntut mampu bekerja secara kolaboratif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta senantiasa menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai organisasi dalam setiap pelaksanaan tugas.
Melalui pelaksanaan Orientasi PPPK Tahun 2026 ini, diharapkan seluruh peserta memiliki pemahaman yang utuh mengenai peran dan tanggung jawab sebagai ASN Bawaslu, sehingga mampu memberikan kontribusi optimal dalam memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.