Pelajar Jadi Sasaran Utama P2P, Bawaslu Gianyar Perkuat Pendidikan Demokrasi
|
Gianyar - Upaya membangun kesadaran demokrasi sejak usia sekolah terus diperkuat oleh Bawaslu melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Hal tersebut terlihat saat Anggota Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, bersama jajaran menyambangi SMA Negeri 1 Gianyar dan SMA PGRI Blahbatuh pada Kamis, 21 Mei 2026.
Kehadiran Bawaslu dalam koordinasi tersebut sekaligus menjadi bentuk pemberitahuan dan permakluman kepada pihak sekolah terkait keterlibatan siswa/siswi dalam program Pendidikan Pengawas Partisipatif yang akan dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026 mendatang.
“Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk menyampaikan pemberitahuan, namun juga memohon dukungan pihak sekolah agar siswa/siswi yang mengikuti program ini dapat diberikan ruang belajar tentang demokrasi dan pengawasan partisipatif sejak dini,” tegas Reika saat melakukan koordinasi.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi di masa depan. Oleh sebab itu, pendidikan politik dan pengawasan pemilu perlu dikenalkan sejak bangku sekolah agar para pelajar memahami hak, kewajiban, serta pentingnya menjaga integritas demokrasi.
“Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, kami ingin menanamkan nilai-nilai kritis, kepedulian, serta keberanian untuk ikut mengawasi jalannya demokrasi. Pelajar hari ini adalah pemilih dan pemimpin masa depan,” tambahnya.
Koordinasi tersebut pun mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.
Kepala SMA Negeri 1 Gianyar, Wayan Sudra Asta, menyampaikan dukungannya terhadap program yang diinisiasi Bawaslu tersebut.
Dirinya menilai pendidikan demokrasi sejak usia sekolah sangat penting guna membentuk karakter siswa yang peduli terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini karena mampu membuka wawasan siswa tentang demokrasi dan pentingnya pengawasan partisipatif. Pendidikan politik sejak dini sangat penting agar generasi muda tidak apatis terhadap proses demokrasi,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala SMA PGRI Blahbatuh, I Made Pasek Wijaya. Ia mengapresiasi langkah Bawaslu yang melibatkan pelajar dalam pendidikan demokrasi secara langsung.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, namun juga dapat menjadi bekal penting dalam kehidupan sosial dan kebangsaan mereka di masa depan.
“Kami berharap siswa/siswi yang nantinya mengikuti program ini mampu membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada teman-temannya di sekolah. Pemahaman tentang demokrasi dan pengawasan partisipatif tentu akan sangat bermanfaat bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Melalui koordinasi ini, Bawaslu Kabupaten Gianyar berharap sinergi antara lembaga pengawas pemilu dan dunia pendidikan dapat terus terjalin guna menciptakan generasi muda yang sadar demokrasi, kritis, serta aktif berpartisipasi dalam menjaga kualitas pemilu dan demokrasi di Indonesia.