Lompat ke isi utama

Berita

Tingkatkan Tertib Administrasi, Bawaslu Gianyar Gelar Rapat Pengelolaan Arsip

Tingkatkan Tertib Administrasi, Bawaslu Gianyar Gelar Rapat Pengelolaan Arsip

Gianyar - Pengelolaan arsip yang baik menjadi fondasi penting dalam membangun lembaga yang profesional dan akuntabel. Menyadari pentingnya hal tersebut, Bawaslu Kabupaten Gianyar menggelar Rapat Pengelolaan Ketatausahaan dan Kearsipan pada Senin (6/7/2026), sebagai upaya meningkatkan kualitas administrasi sekaligus memperkuat budaya tertib arsip di lingkungan Bawaslu.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Adinatha, beserta jajaran sekretariat Bawaslu Provinsi Bali.

Rapat ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Gianyar dalam memperkuat tata kelola kelembagaan melalui pengelolaan administrasi dan kearsipan yang tertib, sistematis, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain sebagai media peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan arsip yang efektif di lingkungan Bawaslu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa arsip merupakan salah satu aset penting lembaga yang memiliki nilai administratif, hukum, maupun historis. Oleh karena itu, seluruh jajaran harus memiliki pemahaman yang sama mengenai tata cara pengelolaan arsip yang baik dan benar.

"Melalui kegiatan ini kita belajar bersama bagaimana mengelola ketatausahaan dan kearsipan secara tertib, sistematis, serta sesuai ketentuan yang berlaku. Arsip bukan sekadar tumpukan dokumen, melainkan rekam jejak perjalanan kelembagaan yang harus dijaga, dipelihara, dan dikelola dengan penuh tanggung jawab. Pengelolaan arsip yang baik akan mendukung akuntabilitas, transparansi, sekaligus memudahkan penyediaan informasi ketika dibutuhkan di masa mendatang," ujar Hartawan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, mengapresiasi inisiatif Bawaslu Kabupaten Gianyar yang terus berupaya meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui penguatan tata kelola administrasi dan kearsipan.

Menurutnya, pengelolaan arsip yang baik merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan organisasi yang profesional, modern, dan akuntabel.

"Saya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini karena menunjukkan komitmen Bawaslu Kabupaten Gianyar dalam membangun budaya administrasi yang baik. Arsip merupakan memori institusi yang memiliki nilai pertanggungjawaban, sehingga harus dikelola secara tertib sejak dokumen itu diciptakan hingga penyimpanannya. Jangan sampai dokumen penting hilang atau sulit ditemukan ketika diperlukan untuk kepentingan pengawasan maupun audit," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kualitas pelayanan publik dan akuntabilitas lembaga sangat dipengaruhi oleh tertibnya administrasi dan pengelolaan arsip.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Adinatha, menekankan bahwa keterbatasan sarana dan ruang penyimpanan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pentingnya menjaga arsip.

Menurutnya, setiap dokumen memiliki nilai yang berbeda, bahkan tidak sedikit arsip yang memiliki nilai sejarah bagi perjalanan organisasi.

"Meskipun kita memiliki keterbatasan ruang penyimpanan, arsip harus tetap dipelihara dengan baik. Banyak arsip yang tidak hanya bernilai administratif, tetapi juga memiliki nilai historis sebagai bagian dari perjalanan Bawaslu. Arsip-arsip tersebut menjadi bukti atas setiap proses, kebijakan, serta capaian lembaga yang suatu saat dapat menjadi referensi maupun sumber pembelajaran," jelas Adinatha.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Gianyar semakin memahami pentingnya pengelolaan ketatausahaan dan kearsipan sebagai fondasi utama tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan pengelolaan arsip yang baik, setiap dokumen kelembagaan dapat tersimpan secara aman, mudah diakses ketika dibutuhkan, serta mampu menjadi sumber informasi yang bernilai bagi keberlangsungan organisasi di masa depan.