Rawat Spiritualitas, Teguhkan Integritas: Pesan Tegas Bawaslu Gianyar di Hari Suci Saraswati
|
GIANYAR – Pengabdian tidak semata-mata bertumpu pada kemampuan dan kerja keras, tetapi juga pada doa dan rasa syukur yang menjadi landasan dalam setiap langkah. Semangat tersebut mewarnai persembahyangan bersama Bawaslu Kabupaten Gianyar dalam rangka memperingati Hari Suci Saraswati, Sabtu (31/10/2026).
Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, menegaskan bahwa persembahyangan bersama ini merupakan wujud rasa syukur atas segala anugerah dan nikmat yang telah diberikan, sekaligus momentum untuk memohon tuntunan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kelembagaan.
Menurutnya, doa dan rasa syukur memiliki makna penting dalam setiap proses pengabdian. Berbagai tugas dan tanggung jawab yang diemban Bawaslu tidak terlepas dari tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
“Persembahyangan ini merupakan bentuk rasa syukur kita atas segala nikmat yang telah diberikan. Tanpa doa dan rasa syukur, segala tugas kelembagaan yang kita emban tentu tidak akan dapat terselesaikan dengan baik,” tegas Hartawan.
Lebih dari sekadar ritual keagamaan, peringatan Hari Suci Saraswati juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh jajaran Bawaslu untuk memaknai ilmu pengetahuan sebagai sumber kebijaksanaan. Pengetahuan yang dimiliki hendaknya senantiasa diiringi kejernihan pikiran, ketulusan, serta tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.
Persembahyangan bersama ini turut dihadiri Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna dan Gede Sutrawan serta Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Adinatha, bersama jajaran Bawaslu Kabupaten Gianyar.
Momentum Hari Suci Saraswati diharapkan semakin memperkuat nilai-nilai spiritualitas, kebersamaan, dan integritas di lingkungan Bawaslu. Dengan berlandaskan doa dan rasa syukur, seluruh jajaran diharapkan senantiasa diberikan kebijaksanaan dan keteguhan dalam menjalankan amanah, serta terus berkomitmen menjaga kualitas pengawasan demokrasi.